saraswantigroup

Sejarah Kelompok Usaha Saraswanti

Kelompok Usaha Saraswanti bermula dari industri pupuk yang dirintis di Sidoarjo oleh PT. Saraswanti Anugerah Makmur pada tahun 1998. Sejalan dengan semakin besarnya usaha di sektor agribisnis ini, pendirian perusahaan pupuk baru, penambahan unit produksi serta perluasan cabang pemasaran, semakin menguatkan PT. Saraswanti Anugerah Makmur. Kondisi ini membuat manajemen tergerak melakukan perluasan usaha di sektor lain. Mulai dari pengembangan bisnis di sektor perkebunan, laboratorium, properti, serta beberapa unit usaha lainnya. Dalam beberapa tahun saja, Kelompok Usaha Saraswanti telah memiliki 27 anak perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Most Recent Articles

Layanan Baru Uji DNA Babi

Posted in News & Event

Di bulan November ini PT. Saraswanti Indo Genetech sebagai salah satu laborotarium swasta nasional, mengeluarkan layanan service terbarunya, yaitu uji dna babi dan uji alkohol untuk mendukung sertifikasi halal....

Read More

Topping Off Mataram City

Posted in News & Event

Setelah acara grounbreaking pada tanggal 12 Mei 2012, pada 15 September 2013 lalu, Mataram City melakukan Topping Off. Kerangka gedung menara apartemen / condotel kembar setinggi 60 meter dengan 19 lantai,...

Read More

Pembangunan Pabrik Dolomit

Posted in News & Event

Sebagai bentuk pengembangan divisi pupuk Kelompok Usaha Saraswanti, PT. Anugerah Dolomit Lestari membangun pabrik pengolahan dolomit di Palembang. Pabrik ini telah mulai beroperasi semenjak bulan Juli 2012 lalu....

Read More

Topping Off The Alana Surabaya

Posted in News & Event

Aston International dan PT. Saraswati Graha Indah mengadakan topping off pembangunan hotel di Surabaya, The Alana Surabaya. Acara ini dihadiri oleh Norbert Vas – VP sales & Marketing Aston International, Y. N....

Read More

Peresmian Pabrik Pupuk NPK

Posted in News & Event

PT Saraswanti Anugerah Makmur menuntaskan proyek pembangunan pabrik pupuk NPK tahap keempat di Mojosari, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur dengan nilai investasi Rp 110 miliar. Menteri Badan Usahan Milik Negara...

Read More